Browsing "Older Posts"

18 Film Dan Serial TV Tentang Office Life oleh - filmnusantara.xyz

Halo sahabat selamat datang di website filmnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 18 Film Dan Serial TV Tentang Office Life oleh - filmnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kalau bicara soal serial TV paling legendaris tentang office life, pikiran kita akan tertuju pada The Office. Serial berjumlah 9 season ini memang didukung nama-nama besar baik di deretan pemain maupun penulis naskahnya. Sebut saja Mindy Kaling, Steve Carell, John Krasinki, Jenna Fischer, sampai Ricky Gervais.

Masih banyak film dan serial TV lainnya yang tak kalah menarik dan dapat menjadi pilihan kita nonton marathon saat weekend. Weekend yang berbulan-bulan tak kita rindukan selama PSBB menjadi idaman lagi setelah memasuki masa new normal dengan kembali ke kantor.

The Devil Wears Prada (2006)

Ini adalah salah satu film terpopuler tentang office life. Andy yang ingin menjadi seorang jurnalis justru mendapat pekerjaan sebagai asisten bos majalah fesyen prestisius. Industri yang tidak ia pahami sama sekali ini membuatnya benar-benar kesulitan beradaptasi. Ditambah lagi ada banyak tuntutan untuk mencapai kesempuraan walau ia bukanlah model cover majalahnya.

Film ini diangkat dari novel berjudul sama. Sang penulis novel sendiri adalah mantan asisten Anna Wintour, bos dari Vogue.

The Intern (2015)

Bagaimana kalau seorang kakek yang sudah pensiun dan merasa bosan memilih untuk menjadi anak magang di perusahaan startup? Ditambah lagi ia memiliki bos perempuan yang usianya jauh lebih muda. Namun interaksi keduanya justru menimbulkan perasaan hangat penonton.

Di sini kita tak melihat perjuangan seorang kakek beradaptasi dengan dunia yang jauh berbeda dengan zamannya. Si bos dan pegawai magangnya justru menjadi teman dekat yang saling berbagi pandangan hidup. Ditambah lagi si bos menyimpan rahasia mengenai hidupnya yang tak benar-benar bahagia.

Dirty Pretty Things (2002)

Sebuah hotel dioperasikan oleh staff yang kebanyakan adalah imigran. Tak hanya yang legal tapi juga ilegal. Sang manajer hotel sendiri memiliki bisnis sampingan perdagangan organ manusia. Ia melayani imigran yang menjual ginjalnya untuk ditukar dengan paspor palsu.

Film ini cukup menganggu karena selain isu organ dan imigran gelap, kita juga akan disuguhi kisah pekerja seks serta kasus perkosaan. Film ini membuat kita menyadari bahwa para imigran berada dalam kondisi rentan dan kerap dimanfaatkan.

The Hudsucker Proxy (1994)

Norville Barnes yang baru lulus kuliah jurusan bisnis kesulitan mendapat pekerjaan. Ia berakhir mendapatkan posisi di bagian surat menyurat sebuah perusahaan besar. Sang pendiri perusahaan diketahui bunuh diri. Stok sahamnya akan dijual ke publik. Hal inilah yang dihindari oleh jajaran direktur perusahaan.

Norville ditugaskan untuk mengantarkan surat rahasia sang pendiri yang dikirim tepat sebelum ia bunuh diri. Sayang Norville yang dianggap bodoh pun dimanfaatkan. Jangan tertipu dengan sinopsinya karena ini adalah film komedi.

Kkondae Intern (2020)

Ga Yeol Chan adalah seorang manajer sukses dari perusahaan ramyeon yang menemukan varian rasa ayam pedas. Ia berhasil mencapai target ekspor hingga 200 juta dolar. Kesuksesannya membuat anak sang pemilik perusahaan menjadi iri. Ia membuat konspirasi dengan memasukkan pegawai magang dari perusahaan Yeol Chan yang lama.

Pegawai itu adalah mantan atasan Yeol Chan yang hampir memasuki masa pensiun, Lee Man Sik. Tabiatnya di masa lalu benar-benar buruk dan ialah alasan Yeol Chan dulu memutuskan resign.

The Call (2013)

Bagaimana rasanya bekerja sebagai operator telpon 911? Tentu berat secara mental. Inilah yang dirasakan oleh Jordan Turner ketika mendapat telpon mengenai penculikan yang dialami oleh Casey Welson. Sayangnya keberadaan Casey sulit dilacak karena ia menggunakan ponsel sekali pakai.

Melalui telpon, Jordan memandu Casey untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sayangnya si pelaku penculikan ini ternyata nekat dan berusaha melukai siapapun yang menyadari bahwa ia tengah menculik seorang gadis.

Pinocchio (2014)

Drama ini tak hanya mengisahkan sulitnya berkarir menjadi seorang jurnalis tapi juga memertahankan idealisme di tengah realita yang tak sesuai harapan. Choi In Ha yang memiliki sindrom Pinokio mengalami kesulitan karena ia tak bisa berbohong. Ditambah lagi ia menyadari bahwa pamannya, Choi Dal Po, dan ibunya berada di pihak yang berseberangan. Mereka harus memanfaatkan posisi sebagai jurnalis untuk membongkar suatu konspirasi besar. Pinocchio dapat ditonton di Netflix.

Up In The Air (2009)

Ryan Bingham bekerja sebagai konsultan HRD di bagian pemutusan hubungan kerja bagi karyawan. Sebagai konsultan ia kerap bepergian ke berbagai kota. Ia juga sering memberikan pidato yang memotivasi. Di perjalanan ia bertemu Alex yang juga sering bepergian. Mereka pun membangun hubungan yang kasual.

Ketika seseorang di perusahaannya ingin membuat sistem PHK jarak jauh, Ryan berjuang untuk menolaknya. Baginya bila melalui layar saja kita tak mampu memahami kondisi emosional lawan bicara dengan baik.

Lucky Romance (2016)

Drama ini hasil adaptasi Webtoon berjudul sama yang telah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia. Berkisah tentang Shim Bo Nui, seorang staff perusahaan yang sangat kolot. Ia percaya pada hal-hal mistis termasuk shio. Segala hal yang ia lakukan berdasarkan ramalan bintang. Sementara bosnya, Je Soo Ho, adalah pria yang logis dan benci hal-hal kolot.

Drawing style yang unik pada Webtoon-nya ditampilkan dalam drama berupa CGI yang lucu sehingga menjadi nilai plus drama ini. Lucky Romance dapat ditonton di Netflix.

Margin Call (2011)

Sebuah bank melakukan PHK massal. Eric Dale termasuk salah satunya. Ia berusaha meyakinkan HRD dan atasan bahwa proyeknya belum selesai untuk menghindari PHK. Namun argumennya ditolak. Dale lalu menyerahkan USB berisi file kantor pada salah satu staffnya yang akan melanjutkan pekerjaannya.

Sang staff kemudian menyadari ada yang salah pada file tersebut. Ia berusaha untuk menghubungi Dale lagi tapi kesulitan. Ternyata bank lebih membutuhkan Dale dan berupaya merekrutnya kembali.

What̢۪s Wrong With Secretary Kim (2018)

Kim Mi So sudah sangat lama berkarir menjadi sekretaris. Ia cerdas, cekatan, dan sangat menguasai segala hal yang dibutuhkan untuk membantu bosnya. Ia lalu berpikir untuk mengundurkan diri. Sang bos yang tak rela kehilangan sekretaris andalannya berusaha melakukan segala cara agar Mi So mau bertahan. Namun sang bos memiliki karakter narsis sehingga ia merasa gengsi bila harus memohon-mohon. Tanpa sadar, ia malah jatuh cinta pada Mi So.

Salah satu drama tersukses di tahun 2018 ini dapat dinikmati di Netflix.

Sweet Munchies (2020)

Kim Ah Jin telah bekerja selama 4 tahun sebagai pegawai kontrak di stasiun televisi. Cita-citanya adalah menyutradarai acara televisinya sendiri. Ia lalu berpikir untuk membuat acara masak yang dibawakan oleh seorang chef yang gay. Tujuannya untuk menunjukkan pada publik bahwa seorang gay sama saja seperti orang biasa. Chef Park Jin Sung yang terdesak kebutuhan ekonomi karena ayahnya kecelakaan pun mengambil posisi tersebut. Ia berpura-pura menjadi seorang gay. Drama ini dapat dinikmati di Viu.

Sweet Munchies Review

Office Boy (2006)

Sitkom yang tayang di RCTI selama 2006-2008 ini mengangkat kisah dari sudut pandang para office boy dan office girl di sebuah kantor. Sayuti adalah seorang office boy yang lugu. Karena keluguannya ia selalu dimanfaatkan oleh Odah, office girl yang sok berkuasa dan tukang palak. Sayuti juga kerap dikerjai oleh Ismail yang usil.

Di kantor itu juga ada Pak Taka yang galak, Saschya yang ceriwis, Gusti yang sok tampan, dan Hendra yang pelit. Karakter mereka yang abstrak membuat hari-hari di kantor menjadi lucu dan heboh.

Betty La Fea (1999)

Betty La Fea alias Yo soy Betty, la fea adalah serial televisi asal Amerika latin yang meledak di pasaran pada masanya. Sebenarnya jalan ceritanya cukup klise karena tentang Cinderella yang hidup susah dan bermimpi kalau hidupnya berubah karena sang pangeran.

Betty yang tidak menarik secara fisik dan miskin ini sebetulnya pintar. Ia memulai karirnya menjadi sekretaris dari bosnya yang tampan tapi bodoh. Berkat Betty, perusahaannya akan kembali mendapatkan kejayaan di bidang tekstil.

She Was Pretty (2015)

Drama ini berasal dari kisah nyata tentang Kim Hye Jin, putri sebuah keluarga kaya. Ketika keluarganya bangkrut ia tak hanya kehilangan uang tapi juga kecantikannya. Sementara itu teman masa kecilnya yang tak menarik, Ji Sung Joo, tumbuh menjadi laki-laki sukses dan tampan.

Sung Joo yang tak ingat pada Hye Jin memerlakukannya dengan buruk di kantor. Sementara itu Hye Jin yang malu karena perubahannya, menyuruh orang lain berpura-pura menjadi dirinya. Masalah muncul ketika orang itu justru jatuh cinta pada Sung Joo.

Black Dog (2019)

Ko Ha Neul memiliki cita-cita menjadi seorang guru karena pengalaman masa lalunya. Namun ketika diterima bekerja, ia dituduh masuk karena KKN. Ia juga memiliki rekan setim yang tidak kooperatif. Ditambah lagi atasannya mengkritik caranya bekerja. Ternyata menjadi guru bukan cuma sekedar mengajar tapi harus menghadapi berbagai intrik dalam office politic. Ia tidak menyangka impiannya menjadi guru akan membawanya pada situasi yang kompleks.

The IT Crowd (2006)

Sitkom British ini berkisah tentang 3 staff IT yang mendapatkan ruang kerja yang dianaktirikan. Bila staff lain menempati gedung perusahaan yang modern dan dari jendelanya dapat menikmati pemandangan indah London, mereka kebalikannya. Kantor mereka berada di bawah tanah dengan kondisi suram, berantakan, dan tak terawat. Sebagai perusahaan komunikasi sebenarnya tim IT memiliki peran penting. Tapi ketiganya justru seringkali dipinggirkan.

Workaholics (2011)

Serial yang tayang hingga 7 season ini berkisah tentang tiga serangkai yang saling kenal sejak lama. Blake dan Adam adalah teman 1 kamar asrama sementara Anders adalah senior sekaligus kepala asrama. Mereka kemudian memasuki masa dewasa dengan bekerja sekantor, sibuk berpesta, mabuk miras, bermain prank, serta bertemu dengan penjual narkoba. Mereka juga sering bermasalah dengan sang bos dan rekan-rekan di tempat kerja.

Itulah tadi informasi mengenai 18 Film Dan Serial TV Tentang Office Life oleh - filmnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami filmnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, June 29, 2020

Raw Review: Coming of Age dan Kanibalisme oleh - filmnusantara.xyz

Halo sahabat selamat datang di website filmnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Raw Review: Coming of Age dan Kanibalisme oleh - filmnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Raw merupakan film karya sutradara Julia Ducournau yang rilis pada tahun 2016 silam. Dibintangi oleh Garance Marillier sebagai Justine, film ini merupakan penampilan debut bagi aktris muda tersebut.

Bercerita tentang Justine, remaja vegetarian yang memulai tahun pertamanya sebagai mahasiswa jurusan dokter hewan. Setelah memakan daging untuk pertama kalinya, Justine menyadari bahwa dirinya memiliki hasrat besar yang tersimpan dalam dirinya.

Sempat diputar dalam Toronto International Film Festival 2016, Raw membuat crew festival harus memanggil ambulan karena adanya penonton yang pingsan dalam midnight screening film ini.

raw movie

Raw (2016)

Dilansir dari Indiewire, ada beberapa penonton yang tampaknya tidak kuat dengan adegan kanibalisme dalam film drama horror asal Prancis ini. Film ini memang mengandung beberapa adegan yang bikin ngilu, namun secara keseluruhan, Raw sebetulnya tidak terlalu mengeksploitasi konten gore. Film drama ini ingin mengeksplorasi tema kanibalisme dengan perspektif yang baru.

Ketika Kanibalisme Merupakan Bagian Dari Kehidupan

Masih ingat sosok Sumanto? Sosok satu ini sempat menggemparkan masyarakat kita ketika kasusnya dimuat di berbagai media Indonesia pada tahun 2003 silam. Kisahnya pun sudah difilmkan oleh Christ Helwedery pada tahun 2004. Raw kurang lebih memiliki kisah yang sama, yaitu tentang kanibal yang hidup di tengah masyarakat. Tapi tenang saja, kalau film ini merupakan kisah fiksi yang naskahnya ditulis juga oleh Julia Ducournau.

Film tentang kanibal pada umumnya merupakan ajang eksploitasi konten sadis, gore, dan kekerasan. Biasanya karakter secara sengaja dibuat menakutkan dan secara sadar memburu manusia untuk memenuhi hasratnya. Berbeda dengan Raw, film ini memiliki penulisan naskah yang realistis dan tidak dilebih-lebihkan. Dimana Justine, gadis 16 tahun yang akhirnya masuk universitas dan tinggal di asrama.

Raw 2016

Raw (2016)

Seperti halnya anak remaja yang memulai hidup baru menuju kedewasaan, akan ada banyak hal baru yang ia eksplorasi. Mulai dari lingkaran perteman baru, hingga hal yang bersifat personal seperti menghadapi hawa nafsu terhadap lawan jenis. Tanpa Justine sadari, gejolak yang ia rasakan lebih dari sekadar keinginan untuk berhubungan intim, melainkan hasrat yang lebih besar lagi; untuk memakan daging manusia.

Perpaduan antara kisah coming of age dan kanibalisme dalam film ini menyatu dengan baik. Membuat kisah ini terasa realistis, original, dan menarik untuk disimak.

Adegan Gore yang Memiliki Esensi

Kita tak akan melihat Justine merobek daging manusia dengan mulutnya atau adegan darah yang berlebihan dalam film ini. Mungkin hanya ada dua atau tiga adegan kanibalisme yang cukup bikin penonton ngilu. Adegan-adegan tersebut pun hadir karena memiliki esensi dan berpengaruh besar pada perkembangan cerita. Secara mengerikan dihadirkan dengan ketenangan dan situasi yang tidak didramatisir, namun justru menimbulkan ketakutan baru bagi penonton.

Ada banyak penjelasan yang dijelaskan secara visual ketimbang melalui dialog dalam film ini. Setiap gelagat dan tindak tanduk Justine patut kita perhatikan dalam setiap adegan karena memiliki makna tersirat. Seperti puzzle yang harus kita satukan untuk menuju kesimpulan akhir.

Secara keseluruhan, Raw merupakan salah satu film terbaik yang patut kita tonton minimal sekali saja. Konten kanibalisme yang menjadi label pada film ini dibawakan dalam kemasan drama yang realistis dan bermakna, tak sekedar memenuhi hasrat kita akan konten gore.

Itulah tadi informasi mengenai Raw Review: Coming of Age dan Kanibalisme oleh - filmnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami filmnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

The Bridge Season 2 Review oleh - filmnusantara.xyz

Halo sahabat selamat datang di website filmnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar The Bridge Season 2 Review oleh - filmnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

The Bridge Season 2 telah rilis dan tayang baik di Viu maupun HBO Asia. Serial ini merupakan adaptasi serial bikinan Endemol Shine, perusahaan media yang berpusat di Belanda. Pada season ini The Bridge menampilkan sederatan aktor dan aktris dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Episode baru akan tayang tiap minggunya dan berjumlah 10 episode. Penonton Indonesia dapat menikmatinya tiap pukul 8 malam.

Bila pada season 1 kita melihat duet dari ICD asal Singapura dan Malaysia yaitu Serena Teo dan Megat Jamal, season ini akan menampilkan perwakilan Indonesia. Tim dipimpin oleh Komandan Bayu (Lukman Sardi) dengan anggota Heri (Ario Bayu) dan Indah (Whulandary Herman). Mereka terlibat dalam penyidikan kasus pembunuhan WNI yang terkait perdagangan heroin.

Korban pertama adalah keluarga Susilo bersama istri dan kedua anaknya. Mereka ditemukan dalan yacht yang terdaftar di Singapura. Nantinya diketahui si pembunuh memiliki ciri khas dalam beraksi. Serena curiga kalau Susilo terlibat sesuatu hanya saja catatan kriminalnya bersih. Berkat instingnya ia menemukan heroin dalam yacht tersebut. Penemuan heroin itu menghubungkannya dengan seorang kurir.

Sang kurir mengaku akan mengirim obat-obatan pada seorang anak kaya. Anak kaya yang dimaksud adalah Zek. Ayah ibunya sebenarnya mendapatkan uang mereka dari jalan yang haram. Sang ayah berani melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Sementara sang ibu ingin bertobat karena menyadari umurnya tidak lama lagi. Tapi Zek tidak merasa bahwa bisnis yang ia miliki sudah cukup. Ia justru tergiur dengan hal lain.

The Bridge Season 2 Review

The Bridge Season 2

Episode pertamanya sudah sangat kompleks. Sebenarnya kasus yang dihadapi oleh ICD alias badan yang menangani kasus kriminal di Asia Tenggara ini tak hanya narkoba dan pembunuhan. Kita akan melihat clue dari episode pertama seperti mafia, intrik bisnis, hingga kasus kekerasan seksual. Selain itu nampaknya akan ada office politic yang membuat kerja pada staff ICD ini terhambat. The Bridge Season 2 nampaknya ingin lebih berani lagi dengan menangkat tema yang lebih berat.

Dibanding season 1, season 2 akan menggambarkan lebih dalam seluk beluk dunia hitam di Asia. Tentu saja ada risiko dari hal ini. Bisa saja nantinya akan banyak plot hole atau dramanya terasa terlalu berat untuk dicerna penonton. Namun The Bridge sendiri memang memiliki kekuatan. Bila melihat season 1-nya kita bisa menyadari bahwa skenarionya cukup smooth. Walaupun karakter dalam serial ini dari berbagai negara, mereka digambarkan dengan baik.

Tiap karakter benar-benar menonjolkan keunikan negaranya sendiri. Menggunakan bahasa maupun dialeknya masing-masing serta menyindir perbedaan budaya antarnegara. Tidak ada negara yang lebih ditonjolkan ataupun dianaktirikan. Semua mendapat porsinya masing-masing untuk bersinar. Ini menarik karena pasti penulisan skenarionya sulit. Sang penulis harus berhati-hati agar tiap karakter terlihat otentik sesuai dengan asal negaranya dan tidak terlihat seperti orang yang tidak punya latar belakang.

Bahkan kita bisa melihat serial ini sengaja memilih nama karakter yang benar-benar menggambarkan asal usulnya. Misalnya karakter Indonesia bernama Heri dan Indah. Pada karakter Malaysia, orangtuanya dipanggil emak sementara sang suami yang dianggap punya posisi prestige memiliki gelar datuk. Kita juga akan melihat nama peranakan yang unik dan tidak kita dengar di film produksi Indonesia. The Bridge tak hanya menyajikan serial yang menegangkan tapi juga membuat kita mempelajari budaya masing-masing negara.

Harus diakui salah satu kesuksesan awal dari The Bridge adalah pemilihan aktor dan aktris yang tepat dalam memerankan masing-masing karakter. Bisa dibilang, hampir semua tokoh antagonis dalam serial ini memiliki akting gemilang. Mereka sangat menonjol dan mampu menunjukkan kharismanya masing-masing. Bukan hanya karena sebagian adalah aktor dan aktris kawakan yang telah puluhan tahun berkarir. Sebagian masih muda tapi berakting apik.

Sekali lagi The Bridge menunjukkan bahwa Asia Tenggara mampu memproduksi serial yang sangat keren. Selain ketegangan yang lebih intens dibanding season sebelumnya, ide ceritanya pun patut diacungi jempol. Serial ini akan sangat dinikmati oleh para pecinta genre crimes.

Itulah tadi informasi mengenai The Bridge Season 2 Review oleh - filmnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami filmnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, June 25, 2020